Proyek Sistem Catu Daya untuk Stasiun Basis 5G

Ringkasan proyek
Proyek ini mencakup pembangunan sistem distribusi daya AC, catu daya komunikasi -48 V, baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄), dan sistem terintegrasi pemantauan daya dan lingkungan untuk 80 BTS komunikasi 5G di Pulau Sumatera, mengintegrasikan akses pasokan listrik, modul penyearah, baterai BMS, alarm jarak jauh, suku cadang, dan pemeliharaan purna jual dalam satu paket serah terima sistem secara terintegrasi. Mengingat karakteristik daya listrik yang tidak stabil, lokasi yang tersebar, dan radius pemeliharaan yang besar di daerah pegunungan terpencil, modul penyearah mengadopsi arsitektur hot-swappable N+1 dengan efisiensi tidak kurang dari 96%, yang dapat diperluas secara bertahap sesuai dengan beban trafik; baterai dilengkapi dengan kompensasi suhu dan menyediakan daya cadangan sekitar 8 jam, yang lebih cocok untuk lingkungan bersuhu tinggi dibandingkan solusi timbal-asam konvensional. Kabinet dan sistem proteksi dirancang sesuai dengan standar IEC dan telah menyelesaikan siklus suhu tinggi dan rendah, uji tahanan isolasi dan uji tegangan tahan, uji ketahanan terhadap surja petir, serta uji pengosongan baterai. Melalui pengumpulan tegangan, arus, suhu, dan SOC secara online, serta pengaturan ulang jarak jauh, proyek ini mengubah inspeksi pasif menjadi operasi dan pemeliharaan aktif, mempersingkat waktu henti, meningkatkan tingkat ketersediaan (availability) stasiun pangkalan, dan secara signifikan mengurangi biaya penggantian baterai dan inspeksi manual.
Kesesuaian untuk Indonesia
Lingkup stasiun basis 5G tidak lagi terbatas pada pengadaan peralatan, tetapi mencakup solusi terintegrasi yang meliputi “akses listrik, modul penyearah, baterai litium sebagai daya cadangan, sistem pemantauan daya dan lingkungan, serta layanan purnajual jarak jauh”. Pendekatan ini membantu mengatasi tantangan pada lokasi terpencil, proses implementasi dan pemeliharaan dengan jangkauan yang luas. Sistem catu daya modular memudahkan pengembangan kapasitas sesuai kebutuhan operator serta ketersediaan suku cadang lokal membantu mempercepat pemulihan gangguan pada stasiun basis.
Konfigurasi profesional dan standar
Sistem mendukung masukan AC 230/400 V, 50 Hz. Busbar DC menggunakan arsitektur catu daya komunikasi -48 V dengan efisiensi modul penyearah tidak kurang dari 96%. Baterai menggunakan lithium iron phosphate (LiFePO₄) yang dilengkapi dengan BMS, kompensasi suhu, serta sistem proteksi petir dan pembumian. Kabinet dirancang sesuai dengan standar IEC yang berlaku dan telah menjalani pengujian siklus suhu tinggi dan rendah, uji tahanan isolasi, uji tegangan tahan, uji ketahanan terhadap surja petir, serta pengujian kinerja sistem sesuai spesifikasi proyek.
Tabel perbandingan spesifikasi utama
| Item Konfigurasi | Praktik Umum | Spesifikasi dan Nilai Serah Terima Setelah Optimasi |
|---|---|---|
| Rencana Daya Cadangan | Baterai timbal-asam, dengan masa pakai sekitar 2–3 tahun | Baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄) memiliki masa pakai lebih panjang dan kebutuhan pemeliharaan lebih rendah di lingkungan bersuhu tinggi |
| Metode Ekspansi | Penggantian seluruh kabinet atau modifikasi kabel di lokasi | Modul penyearah hot-swappable, redundansi N+1, serta perluasan kapasitas secara bertahap sesuai pertumbuhan beban jaringan 5G |
| Kemampuan Operasi dan Pemeliharaan | Inspeksi manual dan penanganan gangguan secara reaktif | Sistem pemantauan daya dan lingkungan mengumpulkan tegangan, arus, suhu, dan SOC, serta mendukung alarm dan pengaturan ulang jarak jauh. |
Tantangan pengiriman dan solusi
a.Tantangan: Sebagian besar stasiun basis 5G berlokasi di daerah pegunungan terpencil, di mana pasokan listrik tidak stabil dan seringnya pemadaman listrik yang mempengaruhi kualitas komunikasi.
Solusi: Menggunakan catu daya switching frekuensi tinggi dan efisien + baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄), waktu cadangan ditingkatkan menjadi 8 jam, cocok untuk lingkungan bersuhu tinggi, dan membantu memperpanjang masa pakai baterai.
b.Tantangan: Stasiun basis tersebar di banyak lokasi, inspeksi manual serta biaya pengoperasian dan pemeliharaan tinggi, dan deteksi gangguan sering terlambat.
Solusi: Menerapkan platform pemantauan daya dan lingkungan untuk memeriksa tegangan, arus, dan status baterai dari jarak jauh, secara proaktif memberikan peringatan dini terhadap gangguan, dan mengurangi biaya pengoperasian dan pemeliharaan
c.Tantangan: Peralatan 5G mengonsumsi daya yang tinggi, dan beberapa stasiun basis yang sudah ada memiliki kapasitas distribusi daya yang tidak mencukupi.
Solusi: Menerapkan desain distribusi daya modular, BTS yang ada dapat dengan mudah diperluas dan dimodifikasi, serta membantu memperpendek waktu pelaksanaan proyek.
Hasil proyek
Penerapan sistem membantu meningkatkan tingkat ketersediaan stasiun basis dan mengurangi waktu henti. Optimalisasi sistem juga membantu menekan biaya penggantian baterai serta meningkatkan efisiensi operasi dan pemeliharaan, sehingga setiap personel dapat menangani lebih banyak BTS.
