Proyek Sistem Catu Daya Berkeandalan Tinggi untuk Rumah Sakit

KlienRumah Sakit di Jakarta, Indonesia (nama dirahasiakan)
Tanggal pengiriman2024-05-01
Proyek Sistem Catu Daya Berkeandalan Tinggi untuk Rumah Sakit

Ringkasan proyek

Proyek ini membangun sistem catu daya berkeandalan tinggi untuk sebuah rumah sakit di Jakarta dengan menerapkan arsitektur catu daya redundan tiga tingkat yang terdiri atas pasokan listrik utama, Uninterruptible Power Supply (UPS), dan generator diesel. Sistem ini melayani area kritis seperti ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), departemen pencitraan medis, serta area penting lainnya. Selain itu, sistem dilengkapi dengan catu daya medis terisolasi (Medical IT System), pemantauan tahanan isolasi (Insulation Monitoring Device/IMD), sistem penyamaan potensial (equipotential bonding), serta Active Harmonic Filter (AHF) untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan.

Dibandingkan dengan sistem konvensional yang hanya menggunakan dua sumber catu daya dan sistem pembumian TN, solusi ini memastikan beban kritis tetap memperoleh pasokan listrik secara berkesinambungan apabila terjadi gangguan pada salah satu sumber listrik. Pada ruang operasi dan ICU, sistem Medical IT yang dipadukan dengan IMD memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko sengatan listrik melalui pemantauan tahanan isolasi secara berkelanjutan. Active Harmonic Filter (AHF) menjaga Total Harmonic Distortion (THD) pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan peralatan medis presisi seperti CT Scanner dan MRI, sehingga meningkatkan keandalan operasi peralatan.

Seluruh sistem dirancang sesuai dengan standar IEC yang berlaku dan telah menjalani uji alarm isolasi, uji kontinuitas pembumian, uji proteksi arus bocor, uji fungsi UPS, serta uji perpindahan otomatis generator (Automatic Transfer Test) sebelum proses serah terima.

Untuk menghindari gangguan terhadap pelayanan medis, seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap berdasarkan zona, dengan sebagian besar pekerjaan dilaksanakan pada periode beban rendah pada malam hari. Melalui pendekatan implementasi tersebut serta koordinasi terpadu selama proses proyek, sistem berhasil meningkatkan keandalan pasokan listrik di seluruh area kritis rumah sakit, mengurangi risiko gangguan terhadap peralatan medis, serta menjamin kontinuitas pelayanan kesehatan.

Kesesuaian untuk Indonesia

Membantu rumah sakit memperoleh solusi sistem catu daya medis terintegrasi yang mencakup dua sumber catu daya, Uninterruptible Power Supply (UPS), generator diesel, Medical IT System (catu daya medis terisolasi), Active Harmonic Filter (AHF), serta layanan operasi dan pemeliharaan purnajual dalam satu paket solusi.

Solusi ini mengatasi berbagai tantangan yang sering muncul akibat pengadaan peralatan secara terpisah, seperti ketidakjelasan batas tanggung jawab antar pemasok, ketidakcocokan antarsistem, serta kompleksitas integrasi selama proses implementasi.

Sistem dirancang sesuai dengan kebutuhan fasilitas kesehatan di Indonesia yang menuntut keandalan pasokan listrik tanpa gangguan, keselamatan sistem pembumian medis, serta pemenuhan persyaratan pengujian dan serah terima untuk area kritis seperti ruang operasi, ICU, dan departemen pencitraan medis.

Konfigurasi profesional dan standar

Sistem distribusi listrik untuk fasilitas medis dirancang sesuai dengan IEC 60364-7-710 (instalasi listrik pada fasilitas medis), IEC 61557-8 (Insulation Monitoring Device/IMD), IEC 61439 (panel distribusi tegangan rendah), IEC 62040 (Uninterruptible Power Supply/UPS), serta memenuhi persyaratan SNI dan PUIL yang berlaku di Indonesia.

Area kritis seperti ruang operasi dan Intensive Care Unit (ICU) dilengkapi dengan Medical IT System (catu daya medis terisolasi), Insulation Monitoring Device (IMD), equipotential bonding (sistem penyamaan potensial), serta UPS sebagai catu daya cadangan untuk menjamin keselamatan pasien dan kontinuitas pelayanan medis.

Sebelum proses serah terima, sistem telah menjalani uji alarm pemantauan isolasi, uji kontinuitas pembumian, uji proteksi arus bocor, uji kinerja Active Harmonic Filter (AHF), uji fungsi UPS, serta uji perpindahan otomatis generator (Automatic Transfer Test) guna memastikan seluruh sistem beroperasi sesuai dengan persyaratan teknis dan standar keselamatan.

Tabel perbandingan spesifikasi utama

Item KonfigurasiPraktik UmumSpesifikasi dan Nilai Serah Terima Setelah Optimasi
Sistem Catu Daya untuk Beban KritisDua sumber catu daya tanpa redundansi berlapisArsitektur redundansi tiga tingkat yang terdiri atas pasokan listrik utama, UPS, dan generator diesel, sehingga menjamin kontinuitas pasokan listrik pada area kritis seperti ruang operasi, ICU, dan departemen pencitraan medis
Kualitas DayaPengendalian harmonisa terbatas atau tidak terintegrasiActive Harmonic Filter (AHF) menjaga Total Harmonic Distortion (THD) pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan peralatan medis presisi, sehingga meningkatkan keandalan operasi CT Scanner, MRI, dan peralatan medis lainnya

Tantangan pengiriman dan solusi

a.Tantangan: Area kritis seperti ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), dan departemen pencitraan medis harus tetap beroperasi selama proses modernisasi sistem kelistrikan, sehingga pekerjaan renovasi memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap kontinuitas pelayanan medis.

Solusi: Sistem menerapkan arsitektur catu daya redundan tiga tingkat yang terdiri atas pasokan listrik utama, UPS, dan generator diesel. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan zona serta dijadwalkan pada periode beban rendah pada malam hari, sehingga proses instalasi dapat dilakukan tanpa mengganggu pelayanan medis.

b.Tantangan: Peralatan medis presisi seperti CT Scanner, MRI, dan perangkat diagnostik lainnya sangat sensitif terhadap kualitas daya. Gangguan harmonisa dapat memengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan maupun keandalan peralatan.

Solusi: Sistem dilengkapi dengan Active Harmonic Filter (AHF) untuk menjaga Total Harmonic Distortion (THD) pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan peralatan medis presisi, sehingga meningkatkan kestabilan pasokan listrik dan keandalan operasi seluruh peralatan medis.

c.Tantangan: Sistem distribusi listrik rumah sakit harus memenuhi persyaratan keselamatan yang lebih ketat dibandingkan bangunan umum serta mematuhi standar teknis dan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Solusi: Area kritis seperti ruang operasi dan ICU dilengkapi dengan Medical IT System (catu daya medis terisolasi), Insulation Monitoring Device (IMD), serta equipotential bonding untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga medis, sekaligus memenuhi persyaratan IEC, SNI, dan PUIL yang berlaku.

Hasil proyek

Implementasi sistem berhasil meningkatkan keandalan pasokan listrik pada area kritis rumah sakit hingga mencapai 99,999%, sehingga secara signifikan mengurangi risiko gangguan terhadap pelayanan medis. Kualitas daya yang lebih baik juga membantu meningkatkan keandalan operasional peralatan medis, memperpanjang umur pakai peralatan, serta menurunkan biaya pemeliharaan dan penggantian peralatan dalam jangka panjang.